Fakultas Dakwah Kelola Desa Binaan

Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry melalui jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) saat ini sedang melakukan pembinaan terhadap salah satu desa binaan.  Desa binaan dimaksud adalah Desa Lam Neuheun terletak di kecamatan Kuta Baroe kabupaten Aceh Besar.  

Pembinaan desa ini telah dilakukan sejak tahun 2009 dan lebih difokuskan pada bidang Layanan Konseling dan pembinaan nilai-nilai spiritual masyarakat setempat.  Menurut Ketua jurusan Bimbingan dan penyuluhan Islam, Mira Fauziah, S. Ag., M. Ag, layanan konseling dimaksud dilakukan dengan menempatkan mahasiswa di desa tersebut selama lebih kurang dua bulan. 

Dengan metode ini terdapat sejumlah kelebihan diantaranya terbangunnya hubungan dan komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat, sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa dan mendekatkan Fakultas Dakwah dengan masyarakat desa binaan.  Dalam layanan konseling ini yang menjadi dosen pembimbing adalah Dra. Kusmawati Hatta, M. Pd.  Disamping itu kegiatan lainnya adalah melakukan pelatihan tazhij mayat yang dipimpin oleh Drs. Umar Latif dan pelaksanaan wirid yasin yang ditangani langsung oleh ketua jurusan Bimbingan dan penyuluhan Islam.

Pada tahun 2010 ini kegiatan-kegiatan tersebut diatas masih dipertahankan, bahkan telah masuk pada tahapan pemantapan. Sebagai contoh, di desa lam Neuheun telah dibentuk kelompok wirid yasin ibu-ibu dan kelompok pelaksana fardlu kifayah.  Sebelum mendapat binaan dari Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, dalam pelaksanaan kegiatan fardhu kifayah desa ini selalu mengundang  dari desa tetangga. Demikian pula halnya dengan kegiatan layanan konseling masih tetap dijalankan bahkan mulai dipadukan dengan kegiatan-kegiatan lainnya seperti ceramah agama setelah shalat maghrib yang diisi oleh dosen-dosen dari Fakultas Dakwah. 

Menurut ketua Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, sambutan masyarakat demikian tinggi sehingga mereka meminta agar kegiatan-kegiatan yang ada dapat ditambah dan ditingkatkan jenisnya. Menyahuti permintaan masyarakat tersebut, maka pada tahun 2010 ini dibuat satu pelatihan membuat kasab Aceh bagi ibu-ibu peserta wirid yasin dan para remaja putri.  

Direncanakan pula, dalam beberapa waktu ke depan akan dilaksanakan pengajian kitab yang akan diikuti oleh masyarakat setempat dan rencananya akan diadakan setiap hari minggu. Semua kegiatan ini dirancang dalam rangka mendekatkan Fakultas Dakwah dengan masyarakat sekaligus sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa serta penyambung silaturahim antara Fakultas Dakwah dengan masyarakat.

Profil

1.    Sejarah Singkat Fakultas Dakwah
Fakultas Dakwah merupakan salah satu dari lima fakultas yang terdapat di lingkungan IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh yang terkenal sebagai jantung hati masyarakat Aceh. Fakultas ini didirikan pada tahun 1968 dan merupakan Fakultas Dakwah pertama di lingkungan IAIN se-Indonesia. Kehadiran Fakultas Dakwah tidak dapat dipisahkan dari salah seorang sosok pemimpin Aceh  Prof. A. Hasjmy yang pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Ar-Raniry dan Dekan Fakultas Dakwah selama tiga periode (1968-1971, 1971-1975 dan 1975-1977). Dari tokoh pendiri Kota Pelajar Darussalam inilah lahir ide mendirikan Fakultas Dakwah. Ide ini berawal dari pemahamannya terhadap sumber pokok ajaran Islam al-Qur’an dan al-Hadits yang menyebutkan bahwa dakwah merupakan tugas pokok yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam.
Pertama sekali didirikan Fakultas Dakwah hanya memiliki dua jurusan yaitu Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama Islam (PPAI) dan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat (BPM). Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan terutama sekali teori-teori keilmuan dakwah dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap dakwah dalam cakupan yang lebih luas, maka saat ini bertambah menjadi empat jurusan, yaitu: Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Manajemen Dakwah (MD) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Keempat jurusan ini mengembangkan seluruh aspek dakwah dalam berbagai dimensi.
Perkembangan terakhir menunjukkan, setelah terjadinya bencana gempa dan tsunami timbul keinginan untuk mengembangkan  konsentrasi-konsentrasi baru yang marketable dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Aceh sehingga lahir dua konsentrasi baru yaitu Konsentrasi Jurnalistik di bawah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Konsentrasi Kesejahteraan Sosial di bawah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam.
Saat ini Fakultas Dakwah genap berusia empat puluh dua tahun dan dalam rentang waktu tersebut fakultas ini telah mengalami banyak pengalaman, baik yang sifatnya tantangan dari berbagai aspek maupun dukungan dari berbagai pihak yang menginginkan majunya fakultas ini. Seiring dengan bertambahnya usia, Fakultas Dakwah telah menghasilkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan bekerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Kondisi ini menunjukkan bahwa Fakultas Dakwah ikut berperan dalam memajukan masyarakat di berbagai sektor sesuai dengan keahlian yang ada. Hal ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus diwujudkan oleh sebuah lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tanpa ketiga unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut maka nilai sebuah lembaga pendidikan tinggi belum sempurna dan dengan demikian kehadirannya di tengah-tengah masyarakat menjadi kurang diperhitungkan.

2.   Perkembangan Pemimpin Fakultas Dakwah
Perkembangan kepemimpinan Fakultas Dakwah sejak didirikan adalah sebagai berikut:
a.   A. Hasjmy, (1968-1971, 1971-1975 dan 1975-1977).
b.   Drs. M. Thahir Harun, (1977-1978, 1978-1980 dan 1980- 1982).
c.   Drs. Syahabuddin Mahyiddin, (1982-1985).
d.  Drs. Abdurrahman Ali, (1985-1988).
e.   Drs. M. Hasan Basry, MA (1988-1991).
f.   Drs. Amir Hasan Nasution (1991-1996).
g.   Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH (1996-2000)
h.   Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH (2000-2001)
i.    Drs. H. Rahman Kaoy (2001-2004)
j.    Dr. Hj. Arbiyah Lubis (2004-2008)
k.   Drs. Maimun Yusuf, M.Ag (2008- sampai sekarang).